Jumat, 21 Februari 2014

Resep Jus untuk Penderita Kanker Rahim

Tulisan ini saya ambil dari http://kesehatan.kompasiana.com/
Menarik karena seseorang yang menderita kanker rahim kemudian dianjurkan oleh  dokternya untuk minum Jus buah dan Resepnya di buatkan sendiri oleh dokternya ...Selamat membaca


OPINI | 25 March 2013 | 15:39 Dibaca: 1771   Komentar: 0   1
Buku terapi jus yang saya pinjam dari seorang sahabat radiografer dimana sang istri selain menjalani perawatan dokter di RS juga mengkonsumsi jus ternyata amat berguna untuk saya membuka cakrawala tentang pengobatan herbal bernama TERAPI JUS.
Meski sempat menjalani perawatan intensif di sebuah Rumah Sakit, namun karena alergi terhadap sebuah zat sejenis paraceutamol menimbulkan kesulitan tersendiri bagi team dokter.
Berkat perkenanNya dan usaha maksimal dari team dokter serta dibarengi dengan terapi jus, sahabat saya (istri sahabat kemudian menjadi sahabat juga, red), terlepas dari cengkeraman syndrome paling menakutkan bernama Stephen Johnson.
Buku terapi jus yang pun disusun oleh team dokter, diawali dengan pemaparan, bagaimana kesehatan manusia adalah tanggungjawab individu yang tak dapat diwakilkan. Pola hidup sehat, memakan dan meminum makanan sehat, istirahat cukup dsb dll adalah pilihan yang harus kita sendiri yang memutuskan.
Tak sedikitpun makanan/minuman yang masuk dalam tubuh yang tak terbayar sebagaimana selarasnya hukum sebab dan akibat.Makanan dan minuman yang kita konsumsi adalah investasi masa depan kita.
Buku itu juga dilampirkan tabel data historis pasien-pasien dengan berbagai penyakit yang sembuh total dengan terapi jus.
Bagi saya, jelas ini sungguh fakta yang mencengangkan, karena uji coba dilakukan oleh team medis dengan data lengkap dan berbagai pemaparan yang sangat mudah diterima akal.
Ia sukses memperlihatkan sisi pandang yang amat berbeda dari sebelumnya. Selama bertahun-tahun setiap kali sakit saya selalu berfikir  untuk mencari dokter terbaik, obat termujarab, kalau perlu dosis tinggi agar segera pulih. Termasuk ketika saya batuk berkepanjangan yang di kemudian hari baru saya sadari bahwa itu adalah reaksi sebuah alergi, saya meminta resep antibiotik terbagus di sebuah RS ternama di Jakarta Selatan.  Memang terbukti manjur, karena tak sampai 3 hari batuk saya reda.
Tahun berikutnya batuk saya berulang tahun rupanya. Dan karena batuk tersebut memang cukup mengganggu, saya minta kepada kakak yang kebetulan dokter spesialis anak untuk meresepkan obat yang sama. Darinya saya baru tahu bahwa antibiotic jenis itu adalah termasuk code-in, dimana ia bekerja melalui sel otak. Waduh!! Sampai kapan saya akan tergantung pada obat-obat sedemikian keras??
Bersyukur di tahun-tahun berikutnya saya sudah lepas dari obat tersebut dengan mengenali diri sendiri terhadap alergi, serta mencoba lebih berhati-hati mengkonsumsi makanan dan minuman yang memicu timbulnya batuk alergi tersebut.
Berbekal dari keyakinan yang telah saya dapat setelah membaca buku tersebut, dan menyaksikan sahabat saya sembuh total dari syndrome Stephen Johnson, ketika saya terkena infeksi ginjal, saya mendatangi dokter Pn, yang juga bekerja di RS yang sama. Tentu dengan data laboratorium yang saya dapatkan dari RS sebagai bahan analisisnya. Dokter keturunan Tionghoa berwajah teduh itu lalu meresepkannya bahan-bahan yang telah saya bagikan berjudul Terapi Juice untuk Penderita Infeksi Ginjal
Dan luar biasa, 3 hari setelah mengkonsumsi sakit saya reda 70%, dan di hari ke 7, sakit pinggang yang teramat sangat itu hilang sama sekali. Meski demikian, saya mengkonsumsi hingga 14 hari. Syukur tak terkira akhirnya saya menemui kesembuhan tanpa harus mengkonsumsi obat kimia sedikit pun. Kekeliruan di masa lalu tak perlu saya ulang.
Tulisan tersebut saya tayangkan di media semata-mata keinginan untuk berbagi. Dan betapa bahagianya, beberapa pembaca tertarik untuk mencoba pengobatan yang sama.
Saya berujar pada sahabat saya : “Andai saya bisa meresepkannya sendiri, tentu tak perlu repot menjadwalkan kapan dokter Pn bisa ditemui ya… Baiklah, saya coba menjadikan diri sebagai notulen saja. Semoga resep-resep lain yang telah diberikan pada teman-teman bisa saya bagikan ke sebanyak mungkin orang yang memerlukan”.
Maka, inilah salah satu resep yang didapat seorang sahabat bernama Jean. Mbak Jean ( atau Ci Jean mestinya saya menyebutnya…:)) sedang mengusahakan maminya yang terkena sakit kanker Rahim.
Adapun bahan-bahan yang diperlukan adalah :

  1. Buah Bit 240gr,

  1. Wortel 100gr,

  1. Seledri 100gr

  1. Kentang 50gr

  1. Lobak 30gr
Semua bahan dicuci bersih dan diblender  tanpa dikupas, sehingga terciptalah bubur sayur dan buah yang didominasi warna merah. Dikonsumsi 6-7x sehari tanpa gula. Jangan ditanya mengenai rasa, tapi yakinkan diri bahwa inilah obat higenis yang harus dicerna. Pikirkan bahwa kesehatan semoga didapatkan kelak akan menjadi berkah hidup yang amat berguna.
Pasien diwajibkan untuk jauh-jauh dari daging, ayam, maupun ikan alias harus beralih menjadi vegetarian, selama 40 hari.
Jika dalam waktu 40 hari tersebut telah merasakan perkembangan yang baik, namun belum total sembuh, tentunya akan dilanjutkan dengan terapi tahap 2.
Semoga 40 hari ke depan ada berita bahagia dari sahabat baru saya tersebut yang dapat saya bagikan untuk Anda semua di sini.
Sebagai catatan, istri dokter Pn yang terkena kanker stadium 4 dapat sembuh dan hidup sehat hingga kini dengan terapi jus.
Semoga catatan ini bermanfaat dan mampu memberikan tambahan kalori bagi Anda, kerabat Anda, atau sahabat Anda yang terkena kanker. Bahwa jika Allah memperkenankan, segalanya menjadi mungkin adanya, termasuk kesembuhan dari sakit paling mematikan sekalipun. Karena Dia-lah sumber hidup, pemberi kehidupan. Dia menciptakan penyakit lengkap dengan penawarnya, yang tersebar di sekeliling kita. Melipat malam dan menggelar pagi dengan kehangatan sinar mentari yang menggenapinya…:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar