Menarik karena seseorang yang menderita kanker rahim kemudian dianjurkan oleh dokternya untuk minum Jus buah dan Resepnya di buatkan sendiri oleh dokternya ...Selamat membaca
OPINI | 25 March 2013 | 15:39
Buku terapi jus yang saya pinjam dari seorang
sahabat radiografer dimana sang istri selain menjalani perawatan dokter
di RS juga mengkonsumsi jus ternyata amat berguna untuk saya
membuka cakrawala tentang pengobatan herbal bernama TERAPI JUS.
Meski sempat menjalani perawatan intensif di
sebuah Rumah Sakit, namun karena alergi terhadap sebuah zat sejenis
paraceutamol menimbulkan kesulitan tersendiri bagi team dokter.
Berkat perkenanNya dan usaha maksimal dari
team dokter serta dibarengi dengan terapi jus, sahabat saya (istri
sahabat kemudian menjadi sahabat juga, red), terlepas dari cengkeraman
syndrome paling menakutkan bernama Stephen Johnson.
Buku terapi jus yang pun disusun oleh team
dokter, diawali dengan pemaparan, bagaimana kesehatan manusia adalah
tanggungjawab individu yang tak dapat diwakilkan. Pola hidup sehat,
memakan dan meminum makanan sehat, istirahat cukup dsb dll adalah
pilihan yang harus kita sendiri yang memutuskan.
Tak sedikitpun makanan/minuman yang masuk dalam
tubuh yang tak terbayar sebagaimana selarasnya hukum sebab dan
akibat.Makanan dan minuman yang kita konsumsi adalah investasi masa
depan kita.
Buku itu juga dilampirkan tabel data historis pasien-pasien dengan berbagai penyakit yang sembuh total dengan terapi jus.
Bagi saya, jelas ini sungguh fakta yang
mencengangkan, karena uji coba dilakukan oleh team medis dengan data
lengkap dan berbagai pemaparan yang sangat mudah diterima akal.
Ia sukses memperlihatkan sisi pandang yang
amat berbeda dari sebelumnya. Selama bertahun-tahun setiap kali sakit
saya selalu berfikir untuk mencari dokter terbaik, obat termujarab,
kalau perlu dosis tinggi agar segera pulih. Termasuk ketika saya batuk
berkepanjangan yang di kemudian hari baru saya sadari bahwa itu adalah
reaksi sebuah alergi, saya meminta resep antibiotik terbagus di sebuah
RS ternama di Jakarta Selatan. Memang terbukti manjur, karena tak
sampai 3 hari batuk saya reda.
Tahun berikutnya batuk saya berulang tahun
rupanya. Dan karena batuk tersebut memang cukup mengganggu, saya minta
kepada kakak yang kebetulan dokter spesialis anak untuk meresepkan obat
yang sama. Darinya saya baru tahu bahwa antibiotic jenis itu adalah
termasuk code-in, dimana ia bekerja melalui sel otak. Waduh!! Sampai
kapan saya akan tergantung pada obat-obat sedemikian keras??
Bersyukur di tahun-tahun berikutnya saya sudah
lepas dari obat tersebut dengan mengenali diri sendiri terhadap alergi,
serta mencoba lebih berhati-hati mengkonsumsi makanan dan minuman yang
memicu timbulnya batuk alergi tersebut.
Berbekal dari keyakinan yang telah saya dapat
setelah membaca buku tersebut, dan menyaksikan sahabat saya sembuh
total dari syndrome Stephen Johnson, ketika saya terkena infeksi
ginjal, saya mendatangi dokter Pn, yang juga bekerja di RS yang sama.
Tentu dengan data laboratorium yang saya dapatkan dari RS sebagai bahan
analisisnya. Dokter keturunan Tionghoa berwajah teduh itu lalu
meresepkannya bahan-bahan yang telah saya bagikan berjudul Terapi Juice untuk Penderita Infeksi Ginjal
Dan luar biasa, 3 hari setelah mengkonsumsi
sakit saya reda 70%, dan di hari ke 7, sakit pinggang yang teramat
sangat itu hilang sama sekali. Meski demikian, saya mengkonsumsi hingga
14 hari. Syukur tak terkira akhirnya saya menemui kesembuhan tanpa
harus mengkonsumsi obat kimia sedikit pun. Kekeliruan di masa lalu tak
perlu saya ulang.
Tulisan tersebut saya tayangkan di media
semata-mata keinginan untuk berbagi. Dan betapa bahagianya, beberapa
pembaca tertarik untuk mencoba pengobatan yang sama.
Saya berujar pada sahabat saya : “Andai saya
bisa meresepkannya sendiri, tentu tak perlu repot menjadwalkan kapan
dokter Pn bisa ditemui ya… Baiklah, saya coba menjadikan diri sebagai
notulen saja. Semoga resep-resep lain yang telah diberikan pada
teman-teman bisa saya bagikan ke sebanyak mungkin orang yang memerlukan”.
Maka, inilah salah satu resep yang didapat
seorang sahabat bernama Jean. Mbak Jean ( atau Ci Jean mestinya saya
menyebutnya…:)) sedang mengusahakan maminya yang terkena sakit kanker
Rahim.
Adapun bahan-bahan yang diperlukan adalah :
- Buah Bit 240gr,
- Wortel 100gr,
- Seledri 100gr
- Kentang 50gr
- Lobak 30gr
Semua bahan dicuci bersih dan diblender tanpa
dikupas, sehingga terciptalah bubur sayur dan buah yang didominasi
warna merah. Dikonsumsi 6-7x sehari tanpa gula. Jangan ditanya mengenai
rasa, tapi yakinkan diri bahwa inilah obat higenis yang harus dicerna.
Pikirkan bahwa kesehatan semoga didapatkan kelak akan menjadi berkah
hidup yang amat berguna.
Pasien diwajibkan untuk jauh-jauh dari daging, ayam, maupun ikan alias harus beralih menjadi vegetarian, selama 40 hari.
Jika dalam waktu 40 hari tersebut telah merasakan
perkembangan yang baik, namun belum total sembuh, tentunya akan
dilanjutkan dengan terapi tahap 2.
Semoga 40 hari ke depan ada berita bahagia dari sahabat baru saya tersebut yang dapat saya bagikan untuk Anda semua di sini.
Sebagai catatan, istri dokter Pn yang terkena kanker stadium 4 dapat sembuh dan hidup sehat hingga kini dengan terapi jus.
Semoga catatan ini bermanfaat dan mampu
memberikan tambahan kalori bagi Anda, kerabat Anda, atau sahabat Anda
yang terkena kanker. Bahwa jika Allah memperkenankan, segalanya menjadi
mungkin adanya, termasuk kesembuhan dari sakit paling mematikan
sekalipun. Karena Dia-lah sumber hidup, pemberi kehidupan. Dia
menciptakan penyakit lengkap dengan penawarnya, yang tersebar di
sekeliling kita. Melipat malam dan menggelar pagi dengan kehangatan
sinar mentari yang menggenapinya…:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar